SEKILAS TENTANG ENGINE MOUNTING

6 Agustus 2018 | Posted in Serba Serbi | By

Salah satu yang sering kita dengar dari spareparts FL kesayangan kita adalah Engine Mounting.  Sering juga kita sebut dengan Pangkon Mesin atau Dudukan Mesin.

Engine Mounting (EM) adalah part yang berfungsi untuk mengaitkan atau mengikat atau mengganjal mesin dengan body mobil. Karena tugasnya yang seperti itu, maka komponen ini sangat penting keberadaannya.

Fungsi EM adalah :

  1. Mengikat mesin dengan body. Adalah lucu bila mesin tidak terikat dengan body. Bisa-bisa mesinnya jalan sendiri, bodynya ketinggalan.
  2. Meredam getaran mesin. Dengan adanya EM, maka getaran mesin tidak seluruhnya tersalur ke body mobil. Sehingga penumpang menjadi nyaman.

Struktur EM.
Struktur EM terdiri dari :

  1. Rangka besi. Ini yang nantinya dibaut dengan body mobil.
  2. Karet cor. Karet dicor dengan rangka besi, sehingga rigid, fix, tidak bergerak, namun masih mempunyai sifat lentur, yang sangat berperan dalam proses peredaman getaran mesin ke body mobil.
  3. Bushing besi. Berupa pipa besi kecil yang berada di tengah karet. Berfungsi tempat baut EM dengan mesin.

Jumlah EM.
Pada mobil FL seri GL terbitan 86-98 dan Ghia tahun 86-89, EM terdiri dari 3 buah. Yaitu EM depan, EM samping dan EM bawah.

EM Depan

EM Belakang

EM Samping

Pemasangan
Proses pemasangan yang tepat akan membuat FL kita menjadi nyaman dan partnya menjadi awet. Sebaliknya bila pemasangan tidak tepat, maka part menjadi tidak awet dan mobil tidak nyaman.

Untuk EM bawah dan EM samping, kecil sekali ada kesalahan pemasangan. Karena bentuknya tidak simetris dan posisi lubang bautnya tidak memungkinkan untuk dipasang terbalik. Lubang baut EM samping ada 3 buah. Dan EM bawah ada 2 baut yang tidak bisa dipasang terbalik. Untuk EM depan, inilah yang sering keliru dalam posisi pemasangan. Karena bentuknya simetris, lubang baut dua dan bisa dibolak balik.

Nah, master Aditya memberikan lagi ilmunya untuk pemasangan EM depan ini. EM depan berfungsi menahan tekanan ke bawah oleh berat mesin, dan menahan tekanan/hentakan ke depan saat pengereman. Oleh karena itu, EM depan didesign untuk mengakomodasi hal tersebut. Lebih mudah di jelaskan lewat gambar.

Arah tekanan pada EM depan

Dengan struktur karet cor pada EM depan yang unik, maka posisi pasang harus tepat. Posisi pemasangan yang tepat adalah seperti dalam gambar.

Pemasangan EM Depan yang benar

Pada gambar tersebut, nampak posisi lubang pada karet EM berada di belakang. Sedang di bagian depan karet cor menyambung dengan rangka besi. Hal ini memberi kekuatan bila ada tekanan bersamaan ke bawah dan ke depan. Sehingga gerakan mesin tidak terlalu banyak karena tertahan oleh karet tersebut.

Pemasangan EM Depan yang salah.

 

Pada gambar tersebut, nampak lubang pada karet EM berada di depan, sedangkan karet yang terhubung dengan besi berada di belakang. Hal ini menyebabkan bila terkena tekanan bersamaan ke depan dan bawah saat pengereman, maka mesin hanya tertahan oleh karet yang melekat pada saja. Ada ruang gerak sebesar lubang karet tersebut, sehingga bila terjadi berulang kali, karet akan pecah/putus. Dan baut akan bergerak ke depan. Inilah sumber suara “Duk” saat ada pengereman dan saat angkatan gas pertama.

Untuk suara pada angkatan gas pertama, bisa juga disebabkan oleh EM belakang yang sudah rusak.

Demikian sekilas mengenai engine mounting. Semoa bermanfaat.
Salam GRSS.

 

Sumber : Jakoto.com (gambar)
FB

 

 

Baca Selengkapnya...