2 Agustus 2018 | Posted in: Even Dan Kegiatan

Salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada mobil sedan yang telah berumur, adalah sektor kaki-kaki. Salah satunya kaki belakang (roda belakang). Seringkali kita melihat roda belakang FL kesayangan kita terlihat tidak tegak lagi, miring atau bahasa Jawanya “seyek”. Antara roda kanan dan kiri tidak seimbang lagi.

Salah satu penyebabnya adalah karena mobil sedang tidak mempunyai sasis yang menjadi kerangka utama dalam hal kaki-kaki. Pada sedan, kaki-kaki ditempelkan pada body sedang. Yang tentu kekuatannya tidak sama dengan bila dibandingkan dengan mobil ber sasis.

Seringkali kita bingung dengan kondisi ini. Pertama kali yang kita pikirkan adalah Arm, link lateral, skok dan lain-lain. Hal ini pernah terjadi pada si Lussie, FL kesayangan dulur dari FLOG, Cak Iman. Roda belakang yang sebelah kanan kelihatan miring. Seperti di chamber secara ekstrim.

Sepintas tidak ada yang aneh dari body FL tersebut. Body relatif mulus, tidak nampak ada keropos. Namun, biang keladi roda miring tersebut terungkap saat FL dibawa ke markas FJC Sawo. Sang master Aditya Permana Putra langsung bertindak. Dan menyelesaikan masalah.

Nah, kebetulan baru saja Master Aditya memuat postingan di FB. Dari situ penulis mencomot gambar-gambarnya untuk dijadikan artikel ini.

Body Keropos
Biang keladi roda belakang miring adalah keropos pada body bagian dudukan skok. Keropos ini biasanya lolos dari pengamatan kita yang awam, karena tertutup oleh dek bagasi. Bila dek dibuka, barulah nampak adanya keropos tersebut.

Keropos pada dudukan skok.

Body yang keropos ditambah dengan hentakan berulangkali dari skok, menyebabkan dudukan skok bergeser ke dalam. Mengakibatkan skok jadi miring. Dan endingnya, rodapun jadi miring.

Solusi
Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
Master Aditya mempunyai cara sederhana, dengan alat sederhana juga. Pertama, kita harus mengembalikan posisi dudukan skok tersebut pada posisi awal. Body yang bergeser karena keropos, di trek menggunakan alat sederhana.
Alat yang dibutuhkan :
1. Balok kayu
2. Meteran
3. Dongkrak palang
4. Pipa besi atau besi siku, atau sejenisnya.

Posisi awal dari 2 dudukan skok ini normalnya berjarak 105 cm. Untuk mengembalikan ke posisi tersebut, gunakan balok kayu dan dongkrak. Tempatkan balok kayu melintang di antara 2 dudukan skok. Kemudian dongkrak digunakan untuk menekan dua sisi dudukan skok ini sampai jarak yang kita inginkan (105 cm).

Nah, bila jarak yang dikehendaki sudah tercapai, maka untuk membuat agar tidak bergerak lagi, adalah dengan memasang pipa besi atau siku besi.

Bila kita menggunakan siku besi, maka tinggal dibor saja ujungnya. Bila menggunakan pipa besi, maka ujungnya dipipihkan dulu dengan palu, barulah dibor untuk lubang baut.

Batang besi tersebut dibuat lubang pada ujung kanan dan kiri, dengan terlebih dulu di paskan posisinya pada baut skok. Selanjutnya besi dibaut pada baut skok tersebut.

Pipa besi dipasang sebagai penahan agar rangka tidak begerak.

Setelah batang besi dipasang, maka untuk sementara kondisi kembali aman. Namun demikian, untuk lebih memastikannya, disarankan untuk segera memperbaiki body yang keropos dengan pengelasan.

Strut Bar
Dalam dunia permobilan (otomotif), alat yang dipasang oleh Om Aditya itu dinamakan dengan strut bar.
Strut bar biasa dipasang di :
1. Di depan, di ruang mesin. Dipasang pada baut skok kanan dan kiri.


2. Di depan bawah (lower arm bar). Dipasang pada baut arm kiri dan kanan.


3. Belakang atas (bagasi). Dipasang pada baut skok kanan dan kiri.


4. Belakang bawah. Dipasang pada baut arm belakang kiri dan kanan.

Barang-barang tersebut di atas dijual dalam berbagai bentuk dan variasi. Dengan harga yang cukup wah. Bila kita mempunyai uang lebih, mungkin kita bisa memilih untuk membeli variasi tersebut. Karena disamping fungsinya, variasi akan membuat mobil kita menjadi ganteng. Seperti kita tahu, kegantengan mobil akan mendongkrak kegantengan pemiliknya.

Namun bagi penulis, yang mengutamakan fungsi dibandingkan penampilan, solusi yang ditawarkan oleh om Aditya sudah memadai. Dengan harga hanya sekitar 10% dari harga variasi yang beredar, akan banyak menghemat isi dompet kita. Kegantengan kendaraan tidaklah begitu penting, karena om om pemilik FL disini, rata-rata sudah ganteng.

Salam GRSS.
 

 

 

Facebook Comments