ALTERNATOR / DINAMO AMPERE

3 April 2017 | Posted in Even Dan Kegiatan | By

Selamat malam. Selamat berjumpa. Kali ini penulis menemukan postingan bagus di FB. Sengaja penulis ambil untuk dijadikan artikel. Semoga membawa manfaat.

Salah satu komponen atau parts yang paling penting keberadaannya adalah ALTERNATOR. Sering juga disebut dengan nama DINAMO AMPERE.

Alternator bertanggungjawab dalam sistem kelistrikan di mobil. Alternator mobil merupakan pembangkit listrik utama. Fungsinya merupakan energi listrik yang menyuplai energi listrik selama mesin mobil aktif/menyala. Pendapat bahwa aki adalah sumber listrik di mobil adalah keliru. Aki hanya berperan dalam proses menyalakan mesin. Aki merupakan alat pacu saat starter mobil dinyalakan. Saat mesin menyala, semua beban kelistrikan diambil alih oleh alternator.

Dalam sistem kelistrikan di mobil, alternator mempunyai tegangan yang lebih tinggi daripada yang dimiliki aki. Selain menyangga beban kelistrikan, alternator juga mengisi (charge/ngecas) aki saat mesin menyala. Oleh karena itu, aki mobil tidak pernah kehabisan stroom, walaupun dipakai berulang kali untuk starter.

Nah,bagaimana kalau alternator rusak?

Ketika alternator rusak, maka aki akan otomatis berperan sebagai sumber listrik utama. Selama mesin menyala, stroom aki disedot oleh beban elektronik mobil. Seperti lampu, klakson, audio dan sebagainya. Akibatnya, lama-lama aki drop dan mesinpun akhirnya mogok.
Ciri-Ciri Alternator Mobil Rusak
1. Lampu Aki Menyala

Pada saat anda memutar kontak ke posisi ON, maka semua lampu indikator  menyala.

Kondisi normal, bila kontak ON, semua lampu indikator harus menyala semua.

Setelah mesin menyala, maka semua indikator akan mati. Bila anda menghidupkan mesin dan di speedometer anda terlihat lampu aki tetap menyala, maka itu memberikan tanda kalau alternator listrik atau generator pada mobil anda tidak memberikan daya listrik.  Kemungkinan gangguan berasal dari kabel yang putus/lepas,  karbon brush aus/habis, IC regulator mati atau bahkan gulungan dinamonya terbakar.

2. Alternator berbunyi

Saat mesin menyala, alternator berputar oleh belt (bando/sabuk). Bila timbul bunyi keras seperti denging, gesekan besi dan sebagainya dari alternator, menandakan ada gangguan. Bunyi yang ada pada alternator ini sering kali disebabkan karena bearing alternator yang ada pada mobil anda sudah rusak sehingga anda dapat mendengar suara keras yang berasal dari alternator. Untuk mengecekanya, bisa dilakukan dengan cara menempelkan ujung obeng di body alternator. Bila terasa bergetar, itu adalah tanda-tanda kerusakan bearing. Bunyi bisa juga  disebabkan dari dioda rectifier yang sudah putus.

3. Aki Baru Tapi Tetap Tekor

Apabila anda sudah mengganti aki anda dengan aki yang baru namun aki anda selalu drop dan tidak bisa di starter pada pagi hari, anda wajib curiga alternator sudah rusak. Aki drop bisa disebabkan karena tegangan yang dihasilkan oleh alternator ini kurang, sehingga pengisian aki tidak maksimal dan tidak sebanding dengan daya yang digunakan oleh mobil anda. Output dari alternator ini untuk pengisian aki 12 volt seharusnya berada pada kisaran 13,6 sampai dengan 14 volt. Apabila alternator anda tidak bisa menghasilkan tegangan yang tinggi atau dibawah 13.6 volt maka bisa dipastikan kalau aki anda akan selalu tekor dan juga tidak kuat untuk starter mobil.  Pada kasus ini, lampu indikator aki tidak menyala pada speedometer anda.  Kasus ini terutama terjadi pada mobil-mobil yang menggunakan banyak kelistrikan seperti ac, audio, dan berbagai aksesoris lain yang memakan banyak daya listrik.

PENYEBAB TEGANGAN ALTERNATOR DROP
Dioda Rectifier Putus

Pada  alternator, terdapat 6 buah diode. Berfungsi mengubah arus bolak-balik (AC) dari dinamo, menjadi arus searah (DC).

Diode rectifier

Apabila salah satu dari dioda rectifier yang ada pada alternator ini putus dengan IC regulator maka arus yang akan dihasilkan Alternator menjadi kurang maksimal.

Setelan Cut Out Eksternal Voltage

Pada motuba yang masih menggunakan cut out (ketot), tegangan output bisa disetel dengan mengatur celah platina. Setelan output yang sudah tidak berfungsi baik,  sering membuat alternator anda menjadi drop.

Cut out, bekerja secara mekanik

Pada kondisi sekarang, alternator menggunakan IC untuk mengatur tegangan output. Namun pada beberapa kasus, cut out menjadi solusi bila IC rusak dan tidak ditemukan penggantinya. Alternator dioprek menggunakan cutout. Kelemahan cut out adalah tegangan outputnya sering tidak stabil.

 

Carbon Brush Dan Rotor Slip Rings

Salah satu komponen penting dalam dinamo adalah carbon brush (arang sikat/brushtel/bostel). Berfungsi menghubungkan komponen statis (gulungan kawat tembaga) dengan komponen dinamis (as/rotor). Brushtel berupa arang yang dilengkapi dengan per yang berfungsi untuk menekan arang, sehingga selalu menempel/menekan rotor yang berputar.

Arang lengkap dengan pernya.

Kontak antara rotor slip rings dan carbon brush yang kurang baik juga membuat alternator anda drop karena akan menghambat adanya arus listrik ke rotor yang ada pada alternator.

Alternator Overcharge

Tegangan ideal untuk alternator adalah 13 – 14 volt. Bila kurang (undercharge), maka akan membuat aki drop. Dan apabila lebih tinggi (overcharge) misalkan alternator anda mengeluarkan daya 15 volt, hal ini akan membuat aki anda cepat rusak.  Air yang ada didalam aki itu akan mendidih, kemudian aki bisa melembung bodynya bahkan beberapa kasus, aki bisa meledak.  Selain dari aki anda juga bisa melihat tanda overcharge dari headlamp mobil. Headlamp bekerja pada  13-14 Volt. Bila menyala sangat terang namun akan nampak berkedip atau redup apabila RPM mesin anda naikan.  Hal ini tidak hanya merusak aki.  Pastinya bohlam lampu anda juga akan cepat putus.  Solusinya adalah dengan mengganti IC regulator. Atau bila  anda tidak menemukan IC pengganti yang sesuai, anda bisa mengganti dengan cut out pada motuba anda.

Salah satu jenis IC

Demikian sekelumit pengetahuan mengenai alternator. Semoga membawa manfaat. Salam GRSS.

 

Baca Selengkapnya...